Jumat, 05 Juli 2013

#JatuhCintaDIAM"




#NP #SC #jatuhcintadiam" #erwin #coverRAMA-BERTAHAN

aku tau aku bodoh ..
aku pernah mengejarmu, tapi kamu mengejarnya ..
aku pernah menantimu, tapi kau menantinya ..
bahkan ..
aku pernah mencintai namun hanya sendiri ..
aku mati dalam rasa ..
entah rasa apa yang sedang meracuni pikiranku kepada kamu yang tak peduli ..
aku hidup dalam mimpi
ingin memilikimu namun tak berbuat apa-apa ..
aku mencoba mengikuti langkah kakimu
berharap kau melihat ku
tapi kau tak benar melihatku tertatih ..
kau terlihat tersenyum
namun bukan kepadaku ..
dan kau pun begitu bahagia
tapi bukan bersamaku ..
tak apa ..
aku pernah mencoba melupakanmu
namun,
semakin aku mencoba,semakin kau menghantui pikiranku ..
melupakanmu 
hanya mendekatkanku pada rindu, yang semu termakan oleh waktu
dan kemudian hilang ..
kau yang membuatku tersenyum,
dan kau juga yang membuatku meneteskan air mata ..
kadang, tetesan air mata ini entah begitu penting
atau tak begitu penting buat kamu ..
tapi, 
ketika engaku memegang tangannya,
aku mulai tau jika tetesan air mata ini tak begitu penting untukmu ..
aku
hanya mampu menikmati luka yang kau beri,
ternyata aku terlalu berharap,
berharap sesuatu hal yang memang tak bisa ditagih kepastiannya,
kamu tau apa?
aku hanya jatuh cinta sendirian ..
sekarang, hatiku sudah sepi ..
bahkan,
ketika kau bersamanya, sepi ku menjadi panjang
hingga ku tak tau jalan kembali ..
aku bodoh ..
aku bodoh telah mengejarmu, dan
aku bodoh telah menantimu ..
kamu hanya sebatas sepi yang menemaniku dipersimpangan luka ..
     Malam ini, saat ku terbangun, (lagi-lagi) bayangmu berotasi di otakku. memenuhi segala ruang yang masih kosong untuk kau singgahi. entah sampai kapan aku bisa mengusir bayanganmu dari dalam otakku ini.ya, memang benar, aku memang terlalu bodoh. aku mencintai seseorang yang jelas-jelas tidak mencintaiku. mungkin, hanya aku yang salah dalam situasi ini, dia tidak. aku yang salah mengartikan semuanya sendiri. tapi, salahkah aku jika mulai berharap padanya? kepada dia yang selalu menemani hari-hari ku(kemarin).

     Kini, entah salah siapa, semua harapan itu terlihat menjauh, bahkan mungkin, malah semakin menjauh. huh. mencintai seseorang hanya sendiri itu sungguh melelahkan. iya bener.

"jatuh cinta diam" itu sama halnya seperti menjalin hubungan jarak jauh #LDR. keduanya sangat menarik untuk dijalani. tapi, ketertarikan itu pula yang banyak mengundang sebuah rasa. ya, rasa kecewa yang lebih."

     Entah atas dasar apa aku bisa menyukaimu lebih dari seorang teman. padahal (dulu) kehadiranmu tak pernah ku harapakan akan menjadi seperti ini (sekarang). aku memang tak pernah bisa menolak pesona pria yang mempunyai jiwa kharismatik yang lebih diantara pria lainnya. dan kau tau apa? kau sungguh memesona. tingkahmu, semua perkataanmu yang sederhana, pola pikirmu yang dinamis, bahkan semua hal yang ada di dirmu itu sungguh luar biasa. tak menyadarinya kah kau akan hal itu?

    "engga ada yang lebih menyakitkan ketika mundur saat belum berkata jujur" sebuah kalimat dari erwin inilah yang ngebuat aku bertahan dalam perasaan #cintadiam" ini. ada banyak hal menarik tentang #jatuhcintadiam" tapi sejujurnya lebih banyak lagi hal kecewa yang aku dapatkan, ketika aku tau beberapa hal dari kamu yang tak menyadari hal ini. 

     ya, kepada kamu yang tak bisa peka atas perasaan ini, entah harus bagaimana lagi aku menunjukkan semua perasaan ku ini. sejauh apapun aku mencoba, sebesar apapun aku berusaha, sekuat apapun aku menahan perasaan ini, jika kau tak bisa merasakan semua usaha ku, bukankah semuanya jadi sia-sia?

     Mungkin benar apa yang dibilang ka dwitasari dalam tweetnya yang baru saja ku baca "perindu paaling setia; memelukmu dalam doa. perindu paling bodoh; menahan tidak bilang perasaan dan sakit sendirian." aku terdiam terpana membacanya, entah aku masuk dalam kategori yang mana. 
ada lagi seorang yang berkata "bodohnya adalah aku hanya bisa merindu kepada orang yang jelas-jelas tidak pernah mencari keberadaan ku."-dindajelita semua memang benar, entah itu ka dwita, erwin, ataupun dinda, mereka bertiga sama" menyadarkanku, tapi .. tak sepenuhnya.

     Ingin aku mengatakan semuanya, tapi .. mungkin akan ada rasa yang lebih mengecewakan lagi ketika aku tahu semua perasaanmu kepadaku hanya sebatas pertemanan. memang aku tak pernah tau apa yang akan kau katakan, ketika aku mengutarakan semuanya, aku takut .. takut untuk membayangkan segala hal. kau tau? ketika aku mencoba memikirkan hal yang baik yang akan kau katakan di akhir percakapan kita (nanti), aku sadar harapan tak boleh tinggi dari kenyataan, karna ketika tak sesuai dengan yang diharapkan mungkin rasanya benar-benar tak bisa dibayangkan.

     entahlah, aku lelah memikirkan kamu yang tak peduli. mungkin, pada akhirnya aku memang harus berhenti, ya. berhenti mengharapkan semuanya, lalu berbalik arah agar tak mengikuti mu lagi, atau mungkin aku harus memutar haluan agar aku tak sejalan lagi denganmu, hingga kau benar" tak terlihat lagi olehku, agar aku tak harus lagi melihat pundaku menjauh, semakin menjauh hingga kau menghilang dipersimpangan itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar