Jumat, 12 Juli 2013

kau (tak) bahagia, kan?

     "aku ini selalu jadi tempat untuk kau pulang, untuk kau kembali. iya kan? walau kau pergi kemana pun kau mau, kau bersinggah dimana pun kau ingin, tapi tetap saja, aku lah yang menjadi satu-satu nya tempat untuk kau kembali. ya, AKU!!!"


    " Entah apa yang ku pikirkan beberapa hari ini. tiba-tiba saja aku merindukanmu. ah.. apa? merindukan mu?" apa boleh aku merindukan mu? aku berlirih.
     
     " apa kau bahagia disana? ya.. apa kau bahagia bersamanya (lagi) sekarang?" aku bertanya pada sebuah foto yang tertera dilayar netbook ku.

dia, lelaki yang (dulu) menjadi kecintaanku. aku pikir setelah beberapa tahun perpisahan itu, aku sudah melupakannya, tapi ternyata, 
          "aku masih belum bisa sepenuhnya memasukkan sosok itu kedalam kotak kenangan yang paling dalam." 

entah apa yang salah dari cara ku melupakannya.aku sudah berusaha. aku berusaha memaafkan diriku sendiri atas apa yang terjadi, aku juga sudah belajar memaafkan sosok itu, ya sosok yang (dulu) aku sayang, sosok yang selalu aku khawatirkan keadaannya dimanapun ia berada, sosok yang selalu jadi tempat ku untuk bermanja ria di bahunya, sosok yang menggenggam jari jemariku sangat kuat saat hujan turun, sosok yang selalu menatapku dengan tatapan begitu dalam, mencoba menyelami hatiku lewat mata itu. sosok yang selalu aku banggakan didepan teman-teman ku (dulu). 

selepas dari pelukannya, aku memang belum menemukan sosok lain yang lebih baik dari dirinya. pernah ada beberapa, tapi nyatanya mereka selalu punya cacat yang terlihat olehku. bukannya aku tak mau menerima mereka, tapi aku hanya takut. ya, aku takut terluka (lagi). makanya sampai sekarang aku masih menutup diri dari mereka semua.

"hey, kau yang disana?
bagaimana kabarmu? apa baik-baik saja?

pastinya lah kau baik-baik saja bukan? aku melihat jelas sorot kebahagian itu dari foto-fotomu bersamanya yang terpampang sangat jelas di berbagai sosial media yang kau punya.

"ahh.. pasti kau berpikir aku sering stalking sosmed mu kan?
tapi, aku tak begitu. aku hanya melihat saat aku merindu mu saja. benar, kau harus percaya itu."

dan sekarang..
otakku mulai memutar haluan, menyelami peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi (dulu).
oh iya, sebenarnya kau ini pria macam apa? menggoda wanita-waitamu (dulu) padahal, sadarkah kau? sekarang ada wanita disampingmu yang harus kau jaga hatinya. tapi, mengapa kau malah sibuk dengan masalalumu?
apa masalalu mu ini terlalu sulit kau lupakan? apa aku ini terlalu berharga untuk kau tinggalkan begitu saja?
jika iya. bisakah kau kembali? ya.. kembali padaku (lagi).

aku ingat betul saat itu, kau yang tiba-tiba datang (lagi) masuk (lagi) kedalam hidupku. 
mengingatkan ku akan masa-masa indah kita dulu, kau masih tetap memanggil ku dengan panggilan-panggilan sayang (dulu), aku aku kagumi dari dirimu adalah saat kau mengirimi ku capture percakapan awal kita berkenalan, hingga capture percakapan ketika kita sedang bertengkar (dulu). kekanakan!! tapi .. aku menyukainya.

tak ingin panjang lebar aku menceritakan tetntangmu, yang mungkin, tak akan ada habisnya. 
aku hanya ingin katakan beberapa hal saja kepadamu, walau mungkin kau tak akan pernah membaca ini. tak pernah ..

kepada kamu yang aku rindukan,
aku tau, kamu sebenarnya hanya mencari persinggahan atas hatimu yang kosong saat aku tinggal pergi, tak apa. tapi aku mohon janganlah kamu terlalu lama. karna mungkin hati yang kamu singgahi akan terluka nantinya jika kamu tiba-tiba pergi.
aku minta maaf karna meninggalkanmu. tapi .. bukankah kamu yang menginginkan hal itu? karna wanita itu kan? karna kamu lebih nyama bersama dia kan? makanya aku memilih mundur. andai kamu tau rasanya jadi aku (dulu) mungkin kamu akan mengerti, mengapa aku meninggalkanmu. bukankah aku tidak boleh egois atas hubungan ini? bagaimana bisa aku menahan seseorang yang ingin pergi? menahan seseorang yang hati dan perasaannya bukan untuk ku lagi? bagaimana bisa? dengan terpaksa aku merelakanmu pergi dengannya. aku rela.
tapi .. kau tak terlihat bahagia. walau kau tersenyum saat bersamanya, bukankah sebenarnya hati mu kosong? aku melihat sorot mata mu yang jauh, kau tak disana. kau tak bahagi dengannya bukan? mengapa kau tak melakukan hal yang aku lakukan (dulu) kepadamu? 
jangan bertahan jika memang hatimu sudah tak disana lagi, pergilah. kau pantas mendapatkan bahagia mu sendiri.
jika memang tak bahagia mengapa harus kau paksakan? apa hanya buat status? hey .. itu kekanakan, sungguh. 
kembalilah, jika kau ingin kembali, tapi .. kau harus janji untuk tidak pergi lagi. pulanglah. aku merindukanmu.
bukan kah hanya aku yang bisa memanggilmu dengan manja? dengan perasaan itu? 
aku yakin kau pasti pernah menyuruh pasangan mu itu supaya memanggil mu seperti yang biasa aku lakukan. tapi .. apa yang kau dapati? kau tak merasakan apa-apa kan? 
hey .. aku berbeda dengan wanita-wanita mu itu, aku berbeda. tidakkah kamu menyadarinya?

pulanglah, aku mulai merindukanmu. sangat!

Sabtu, 06 Juli 2013

tak bertuan lagi

   

selamat pagi ..
ya. selamat pagi kepada kamu yang sudah hilang, entah kemana.
kau tau? pagi ini saat ku terbangun aku tak lagi menemukan mu. masih tetap sama seperti hari kemarin, aku mencarimu tapi kau tak ada. padahal aku sudah mencari mu hingga kedasar hati ini, tapi tetap saja aku tak bisa temukan kau disana. kemana dirimu? kemana hal menarik itu? pergi kemana dia? kenapa aku tak bisa temukan keberadaan nya?

dulu ..
kau datang tanpa permisi, kau yang selalu datang secara tiba-tiba. berbuat apapun yang kau suka, melakukan segala hal yang terkadang membuat ku enggan untuk tak mempedulikanmu. aku mulai menjadi pribadi yang berbeda sejak kau datang. senyum itu kembali hadir menghiasi gurat gurat diwajahku. entah apa yang sudah kau lakukan hingga bisa membuat nya bersinar kembali, setelah pria itu dengan mudahnya menghempaskan ku begitu jauh kedalam jurang kemurungan.

sejak kau datang,
aku tak memikirkannya (lagi), aku tak memperdulikan keberadaanya (lagi), bahkan aku malah terbiasa memikirkan (mu), mempedulikan segala hal yang mungkin akan terjadi kepada kamu, kepada aku, dan kepada (kita) di masa yang mungkin akan menjadi indah. sebuah pemikiran yang harusnya tidak boleh aku pikirkan sebelum semuanya kau buat menjadi nyata. tapi, nyatanya dengan segala ketololan yang ku punya, aku malah memikirkannya sendirian. tak peduli kau akan setuju atau tidak dengan semua khayalan yang ku buat, aku malah semakin menjadi kan sebuah hal yang tak seharunya menjadi yang semestinya.

sekarang,
ketika kau hilang, ketika aku tak pernah tau lagi semua tentang mu, ketika kau berbuat semau mu, ketika kau pergi tanpa mengucap kalimat perpisahan itu, aku masih saja belum bisa terbangun dari semua mimpi yang ku buat dalam dunia khayal ku, yang aku harapakan bisa aku aplikasikan ke dalam dunia nyata ku. entahlah, aku merasa tak punya kekuatan lebih untuk keluar dari dunia khayal itu. kau tau? sekarang mimpi itu sudah tak bertuan lagi. mimpi-mimpi itu tak punya apapun lagi untuk membuatnya terus berjalan.

semua mimpi-mimpi itu pudar, malah mungkin akan semakin pudar hingga tak berbekas sedikitpun, bahkan setitik pun aku tak bisa melihatnya lagi. 
kau pergi seperti angin yang membawa debu, kau hilang bagai debu yang tersiram oleh rintikan hujan semalam, dan kau semakin jauh dari harapan yang aku punya. 

aku pikir kau berbeda,
berbeda dengan nya yang meninggalkan ku, menghempaskan ku, dan lebih memilih wanita itu daripada aku yang menunggunya disini. tapi nyatanya? kau juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan, bahkan mungkin kau lebih kejam darinya. ahh tapi tidak.. kau tidak bersalah atas apapun yang terjadi, bukankah aku yang merancang semua mimpi ini tanpa permisi? aku juga yang dengan keegoisan ku merangkai semuanya sendirian tanpa bertanya terlebih dahulu kepastiannya. ya. aku yang bersalah. aku yang bodoh, aku yang terlalu menjadikan mu sebagai aktor utama, padahal mungkin, kau tak mengingnkannya, dan mungkin dari awal, sebenarnya kau tak berniat apapun untuk menjadi hal yang satu itu.

ya. aku bodoh!!

Jumat, 05 Juli 2013

#JatuhCintaDIAM"




#NP #SC #jatuhcintadiam" #erwin #coverRAMA-BERTAHAN

aku tau aku bodoh ..
aku pernah mengejarmu, tapi kamu mengejarnya ..
aku pernah menantimu, tapi kau menantinya ..
bahkan ..
aku pernah mencintai namun hanya sendiri ..
aku mati dalam rasa ..
entah rasa apa yang sedang meracuni pikiranku kepada kamu yang tak peduli ..
aku hidup dalam mimpi
ingin memilikimu namun tak berbuat apa-apa ..
aku mencoba mengikuti langkah kakimu
berharap kau melihat ku
tapi kau tak benar melihatku tertatih ..
kau terlihat tersenyum
namun bukan kepadaku ..
dan kau pun begitu bahagia
tapi bukan bersamaku ..
tak apa ..
aku pernah mencoba melupakanmu
namun,
semakin aku mencoba,semakin kau menghantui pikiranku ..
melupakanmu 
hanya mendekatkanku pada rindu, yang semu termakan oleh waktu
dan kemudian hilang ..
kau yang membuatku tersenyum,
dan kau juga yang membuatku meneteskan air mata ..
kadang, tetesan air mata ini entah begitu penting
atau tak begitu penting buat kamu ..
tapi, 
ketika engaku memegang tangannya,
aku mulai tau jika tetesan air mata ini tak begitu penting untukmu ..
aku
hanya mampu menikmati luka yang kau beri,
ternyata aku terlalu berharap,
berharap sesuatu hal yang memang tak bisa ditagih kepastiannya,
kamu tau apa?
aku hanya jatuh cinta sendirian ..
sekarang, hatiku sudah sepi ..
bahkan,
ketika kau bersamanya, sepi ku menjadi panjang
hingga ku tak tau jalan kembali ..
aku bodoh ..
aku bodoh telah mengejarmu, dan
aku bodoh telah menantimu ..
kamu hanya sebatas sepi yang menemaniku dipersimpangan luka ..
     Malam ini, saat ku terbangun, (lagi-lagi) bayangmu berotasi di otakku. memenuhi segala ruang yang masih kosong untuk kau singgahi. entah sampai kapan aku bisa mengusir bayanganmu dari dalam otakku ini.ya, memang benar, aku memang terlalu bodoh. aku mencintai seseorang yang jelas-jelas tidak mencintaiku. mungkin, hanya aku yang salah dalam situasi ini, dia tidak. aku yang salah mengartikan semuanya sendiri. tapi, salahkah aku jika mulai berharap padanya? kepada dia yang selalu menemani hari-hari ku(kemarin).

     Kini, entah salah siapa, semua harapan itu terlihat menjauh, bahkan mungkin, malah semakin menjauh. huh. mencintai seseorang hanya sendiri itu sungguh melelahkan. iya bener.

"jatuh cinta diam" itu sama halnya seperti menjalin hubungan jarak jauh #LDR. keduanya sangat menarik untuk dijalani. tapi, ketertarikan itu pula yang banyak mengundang sebuah rasa. ya, rasa kecewa yang lebih."

     Entah atas dasar apa aku bisa menyukaimu lebih dari seorang teman. padahal (dulu) kehadiranmu tak pernah ku harapakan akan menjadi seperti ini (sekarang). aku memang tak pernah bisa menolak pesona pria yang mempunyai jiwa kharismatik yang lebih diantara pria lainnya. dan kau tau apa? kau sungguh memesona. tingkahmu, semua perkataanmu yang sederhana, pola pikirmu yang dinamis, bahkan semua hal yang ada di dirmu itu sungguh luar biasa. tak menyadarinya kah kau akan hal itu?

    "engga ada yang lebih menyakitkan ketika mundur saat belum berkata jujur" sebuah kalimat dari erwin inilah yang ngebuat aku bertahan dalam perasaan #cintadiam" ini. ada banyak hal menarik tentang #jatuhcintadiam" tapi sejujurnya lebih banyak lagi hal kecewa yang aku dapatkan, ketika aku tau beberapa hal dari kamu yang tak menyadari hal ini. 

     ya, kepada kamu yang tak bisa peka atas perasaan ini, entah harus bagaimana lagi aku menunjukkan semua perasaan ku ini. sejauh apapun aku mencoba, sebesar apapun aku berusaha, sekuat apapun aku menahan perasaan ini, jika kau tak bisa merasakan semua usaha ku, bukankah semuanya jadi sia-sia?

     Mungkin benar apa yang dibilang ka dwitasari dalam tweetnya yang baru saja ku baca "perindu paaling setia; memelukmu dalam doa. perindu paling bodoh; menahan tidak bilang perasaan dan sakit sendirian." aku terdiam terpana membacanya, entah aku masuk dalam kategori yang mana. 
ada lagi seorang yang berkata "bodohnya adalah aku hanya bisa merindu kepada orang yang jelas-jelas tidak pernah mencari keberadaan ku."-dindajelita semua memang benar, entah itu ka dwita, erwin, ataupun dinda, mereka bertiga sama" menyadarkanku, tapi .. tak sepenuhnya.

     Ingin aku mengatakan semuanya, tapi .. mungkin akan ada rasa yang lebih mengecewakan lagi ketika aku tahu semua perasaanmu kepadaku hanya sebatas pertemanan. memang aku tak pernah tau apa yang akan kau katakan, ketika aku mengutarakan semuanya, aku takut .. takut untuk membayangkan segala hal. kau tau? ketika aku mencoba memikirkan hal yang baik yang akan kau katakan di akhir percakapan kita (nanti), aku sadar harapan tak boleh tinggi dari kenyataan, karna ketika tak sesuai dengan yang diharapkan mungkin rasanya benar-benar tak bisa dibayangkan.

     entahlah, aku lelah memikirkan kamu yang tak peduli. mungkin, pada akhirnya aku memang harus berhenti, ya. berhenti mengharapkan semuanya, lalu berbalik arah agar tak mengikuti mu lagi, atau mungkin aku harus memutar haluan agar aku tak sejalan lagi denganmu, hingga kau benar" tak terlihat lagi olehku, agar aku tak harus lagi melihat pundaku menjauh, semakin menjauh hingga kau menghilang dipersimpangan itu.