"aku ini selalu jadi tempat untuk kau pulang, untuk kau kembali. iya kan? walau kau pergi kemana pun kau mau, kau bersinggah dimana pun kau ingin, tapi tetap saja, aku lah yang menjadi satu-satu nya tempat untuk kau kembali. ya, AKU!!!"
" Entah apa yang ku pikirkan beberapa hari ini. tiba-tiba saja aku merindukanmu. ah.. apa? merindukan mu?" apa boleh aku merindukan mu? aku berlirih.
" apa kau bahagia disana? ya.. apa kau bahagia bersamanya (lagi) sekarang?" aku bertanya pada sebuah foto yang tertera dilayar netbook ku.
dia, lelaki yang (dulu) menjadi kecintaanku. aku pikir setelah beberapa tahun perpisahan itu, aku sudah melupakannya, tapi ternyata,
"aku masih belum bisa sepenuhnya memasukkan sosok itu kedalam kotak kenangan yang paling dalam."
entah apa yang salah dari cara ku melupakannya.aku sudah berusaha. aku berusaha memaafkan diriku sendiri atas apa yang terjadi, aku juga sudah belajar memaafkan sosok itu, ya sosok yang (dulu) aku sayang, sosok yang selalu aku khawatirkan keadaannya dimanapun ia berada, sosok yang selalu jadi tempat ku untuk bermanja ria di bahunya, sosok yang menggenggam jari jemariku sangat kuat saat hujan turun, sosok yang selalu menatapku dengan tatapan begitu dalam, mencoba menyelami hatiku lewat mata itu. sosok yang selalu aku banggakan didepan teman-teman ku (dulu).
selepas dari pelukannya, aku memang belum menemukan sosok lain yang lebih baik dari dirinya. pernah ada beberapa, tapi nyatanya mereka selalu punya cacat yang terlihat olehku. bukannya aku tak mau menerima mereka, tapi aku hanya takut. ya, aku takut terluka (lagi). makanya sampai sekarang aku masih menutup diri dari mereka semua.
"hey, kau yang disana?
bagaimana kabarmu? apa baik-baik saja?
pastinya lah kau baik-baik saja bukan? aku melihat jelas sorot kebahagian itu dari foto-fotomu bersamanya yang terpampang sangat jelas di berbagai sosial media yang kau punya.
"ahh.. pasti kau berpikir aku sering stalking sosmed mu kan?
tapi, aku tak begitu. aku hanya melihat saat aku merindu mu saja. benar, kau harus percaya itu."
dan sekarang..
otakku mulai memutar haluan, menyelami peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi (dulu).
oh iya, sebenarnya kau ini pria macam apa? menggoda wanita-waitamu (dulu) padahal, sadarkah kau? sekarang ada wanita disampingmu yang harus kau jaga hatinya. tapi, mengapa kau malah sibuk dengan masalalumu?
apa masalalu mu ini terlalu sulit kau lupakan? apa aku ini terlalu berharga untuk kau tinggalkan begitu saja?
jika iya. bisakah kau kembali? ya.. kembali padaku (lagi).
aku ingat betul saat itu, kau yang tiba-tiba datang (lagi) masuk (lagi) kedalam hidupku.
mengingatkan ku akan masa-masa indah kita dulu, kau masih tetap memanggil ku dengan panggilan-panggilan sayang (dulu), aku aku kagumi dari dirimu adalah saat kau mengirimi ku capture percakapan awal kita berkenalan, hingga capture percakapan ketika kita sedang bertengkar (dulu). kekanakan!! tapi .. aku menyukainya.
tak ingin panjang lebar aku menceritakan tetntangmu, yang mungkin, tak akan ada habisnya.
aku hanya ingin katakan beberapa hal saja kepadamu, walau mungkin kau tak akan pernah membaca ini. tak pernah ..
kepada kamu yang aku rindukan,
aku tau, kamu sebenarnya hanya mencari persinggahan atas hatimu yang kosong saat aku tinggal pergi, tak apa. tapi aku mohon janganlah kamu terlalu lama. karna mungkin hati yang kamu singgahi akan terluka nantinya jika kamu tiba-tiba pergi.
aku minta maaf karna meninggalkanmu. tapi .. bukankah kamu yang menginginkan hal itu? karna wanita itu kan? karna kamu lebih nyama bersama dia kan? makanya aku memilih mundur. andai kamu tau rasanya jadi aku (dulu) mungkin kamu akan mengerti, mengapa aku meninggalkanmu. bukankah aku tidak boleh egois atas hubungan ini? bagaimana bisa aku menahan seseorang yang ingin pergi? menahan seseorang yang hati dan perasaannya bukan untuk ku lagi? bagaimana bisa? dengan terpaksa aku merelakanmu pergi dengannya. aku rela.
tapi .. kau tak terlihat bahagia. walau kau tersenyum saat bersamanya, bukankah sebenarnya hati mu kosong? aku melihat sorot mata mu yang jauh, kau tak disana. kau tak bahagi dengannya bukan? mengapa kau tak melakukan hal yang aku lakukan (dulu) kepadamu?
jangan bertahan jika memang hatimu sudah tak disana lagi, pergilah. kau pantas mendapatkan bahagia mu sendiri.
jika memang tak bahagia mengapa harus kau paksakan? apa hanya buat status? hey .. itu kekanakan, sungguh.
kembalilah, jika kau ingin kembali, tapi .. kau harus janji untuk tidak pergi lagi. pulanglah. aku merindukanmu.
bukan kah hanya aku yang bisa memanggilmu dengan manja? dengan perasaan itu?
aku yakin kau pasti pernah menyuruh pasangan mu itu supaya memanggil mu seperti yang biasa aku lakukan. tapi .. apa yang kau dapati? kau tak merasakan apa-apa kan?
hey .. aku berbeda dengan wanita-wanita mu itu, aku berbeda. tidakkah kamu menyadarinya?
pulanglah, aku mulai merindukanmu. sangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar