selamat pagi ..
ya. selamat pagi kepada kamu yang sudah hilang, entah kemana.
kau tau? pagi ini saat ku terbangun aku tak lagi menemukan mu. masih tetap sama seperti hari kemarin, aku mencarimu tapi kau tak ada. padahal aku sudah mencari mu hingga kedasar hati ini, tapi tetap saja aku tak bisa temukan kau disana. kemana dirimu? kemana hal menarik itu? pergi kemana dia? kenapa aku tak bisa temukan keberadaan nya?
dulu ..
kau datang tanpa permisi, kau yang selalu datang secara tiba-tiba. berbuat apapun yang kau suka, melakukan segala hal yang terkadang membuat ku enggan untuk tak mempedulikanmu. aku mulai menjadi pribadi yang berbeda sejak kau datang. senyum itu kembali hadir menghiasi gurat gurat diwajahku. entah apa yang sudah kau lakukan hingga bisa membuat nya bersinar kembali, setelah pria itu dengan mudahnya menghempaskan ku begitu jauh kedalam jurang kemurungan.
sejak kau datang,
aku tak memikirkannya (lagi), aku tak memperdulikan keberadaanya (lagi), bahkan aku malah terbiasa memikirkan (mu), mempedulikan segala hal yang mungkin akan terjadi kepada kamu, kepada aku, dan kepada (kita) di masa yang mungkin akan menjadi indah. sebuah pemikiran yang harusnya tidak boleh aku pikirkan sebelum semuanya kau buat menjadi nyata. tapi, nyatanya dengan segala ketololan yang ku punya, aku malah memikirkannya sendirian. tak peduli kau akan setuju atau tidak dengan semua khayalan yang ku buat, aku malah semakin menjadi kan sebuah hal yang tak seharunya menjadi yang semestinya.
sekarang,
ketika kau hilang, ketika aku tak pernah tau lagi semua tentang mu, ketika kau berbuat semau mu, ketika kau pergi tanpa mengucap kalimat perpisahan itu, aku masih saja belum bisa terbangun dari semua mimpi yang ku buat dalam dunia khayal ku, yang aku harapakan bisa aku aplikasikan ke dalam dunia nyata ku. entahlah, aku merasa tak punya kekuatan lebih untuk keluar dari dunia khayal itu. kau tau? sekarang mimpi itu sudah tak bertuan lagi. mimpi-mimpi itu tak punya apapun lagi untuk membuatnya terus berjalan.
semua mimpi-mimpi itu pudar, malah mungkin akan semakin pudar hingga tak berbekas sedikitpun, bahkan setitik pun aku tak bisa melihatnya lagi.
kau pergi seperti angin yang membawa debu, kau hilang bagai debu yang tersiram oleh rintikan hujan semalam, dan kau semakin jauh dari harapan yang aku punya.
aku pikir kau berbeda,
berbeda dengan nya yang meninggalkan ku, menghempaskan ku, dan lebih memilih wanita itu daripada aku yang menunggunya disini. tapi nyatanya? kau juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan, bahkan mungkin kau lebih kejam darinya. ahh tapi tidak.. kau tidak bersalah atas apapun yang terjadi, bukankah aku yang merancang semua mimpi ini tanpa permisi? aku juga yang dengan keegoisan ku merangkai semuanya sendirian tanpa bertanya terlebih dahulu kepastiannya. ya. aku yang bersalah. aku yang bodoh, aku yang terlalu menjadikan mu sebagai aktor utama, padahal mungkin, kau tak mengingnkannya, dan mungkin dari awal, sebenarnya kau tak berniat apapun untuk menjadi hal yang satu itu.
ya. aku bodoh!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar